Desiran angin terasa begitu menusuk
Dibawah langit gelap, sendirian ku rebahkan tubuhku
Memikirkan sesuatu yang samar-samar
masa depan
Akan seperti apakah masa depan ku nanti?
Akan kah ia berwarna mawar?
Atau kah berwarna kelam?
Malam ini langit tak secerah biasanya
Bulan tidak berada ditempatnya
Bahkan hanya tiga buah bintang
Yang menghiasi langit malam ini
Namun aku tetap bersyukur
Setidaknya langit malam ini juga tidak seburuk biasanya
Saat ini pukul satu lewat tiga puluh menit
Pertanda bahwa sudah sejam lebih pergantian hari terjadi
Mengapa aku terlalu berlebihan menghitung waktu?
Ah.. Mungkin itu karena
Hari ini adalah hari penting
Setidaknya, penting bagiku
Mungkin penting bagimu
Bahkan mungkin penting bagi sebagian besar orang
Dua belas tahun
Dua belas tahun aku menimba ilmu
Dua belas tahun aku belajar begitu banyak hal
Dua belas tahun juga aku mengenal berbagai macam orang
Dan hari ini
Adalah hari pembayaran
Apa yang telah aku pelajari
Selama dua belas tahun
Tahun-tahun yang terasa begitu cepat berlalu
Hari ini
Adalah hari yang menentukan
Jalan-jalan hidup setiap manusia
Yang tengah belajar disebuah tempat bernama "Sekolah Menengah Atas"
Hari awal yang ikut menentukan
Akan jadi apa kita dimasa depan
Bagiku, hari ini adalah hari spesial
Karena hari ini adalah penentuan mutlak
Jika ingin terus melanjutkan perjalanan
Meraih mimpiku
Hari yang telah aku tunggu-tunggu
Sejak pertamakali menetapkan jalan hidup
Saat itu aku masih bocah ingusan
Kelas 1 SMA
Tidak punya kekuatan apa-apa
Apalagi keahlian
Laki-laki yang lemah
Tidak punya semangat hidup
Dicaci maki
Direndahkan
Karena ketidakmampuannya
Hanya bisa mengepalkan tangan
Sekeras-kerasnya
Sambil mengingatnya dalam dalam
"suatu hari akan kubalas" Katanya
Satu satunya hal yang dimiliki
Hanyalah sesendok kecil kemampuan
Dan segunung keberanian dan tekad yang besar
Jika melihat diriku sekarang
Sangat mengagumkan
Bagaimana dengan hanya dua hal itu saja
Seseorang bisa jauh berubah
"Dua tahun" Aku bergumam
Aku sebut ini apa ya?
Evolusi kah?
Atau Revolusi?
Entahlah.
Yang pasti, ada satu hal yang tidak berubah
Dan tidak akan pernah berubah
Dari dari diriku hingga saat ini
Yaitu, bahwa aku
Masih memiliki mimpi dan tekad yang sama
Ah.. Kini bulan menampakkan dirinya
Seolah tersenyum
Ia muncul di balik awan secara samar-samar
Cahaya nya terang menenangkan
Keberadaannya...
Memberikan warna tersendiri
Disetiap hati-hati manusia
Yang saat ini menatapnya
Dengan berbagai macam masalah dan perasaan
Saat ini dibagian dunia yang lain
Mungkin seorang perempuan tengah bahagia
Aroma mawar entah bagaimana terpancar
Dari sinar terangmu
Dan gadis itu terus tersenyum menatapmu
Dalam dekapan kekasihnya
Dibelahan dunia yang lain
Mungkin seorang anak sedang duduk menangis
Menatapmu terisak tak tertahan
Karena pertengkaraan antara kedua orangtuanya
Yang tak kunjung selesai
Dan mungin disaat yang sama
Dibagian dunia yang lain
Seorang pengemis tengah duduk di emperan tua
Dengan perut kosong dari tadi pagi
Menatapmu tersenyum penuh syukur
Karena masih bisa bertahan hidup sampai hari ini
Disini, aku juga menatapmu
Dengan pikiran yang penuh
Dengan berbagai macam hal
Dan bayang-bayang tentang masa depan
Yang tak akan ada habisnya
Saat ini
Dengan penuh kebimbangan dan kehampaan
Aku hanya ingin berdoa
Tuhan,
Telah kutetapkan keinginanku
Telah kumantapkan keyakinanku
Izinkan lah aku
Memiliki kekuatan dan kerendahan hati
Segenap kemampuan dan ketenangan jiwa
Permudah lah aku
Dalam mencapai impianku
Dan jadikan aku sebaik-baik manusia
Yang selalu rendah hati dalam bersikap
Namun selalu haus akan pembelajaran
Amin.
Palembang, 13 April 2015
