Journal Of a Dreamer

Mei 19, 2015

Akhir dari Sebuah Perjalanan

9:10 AM Posted by Bayu Aji Pamungkas No comments
Terkadang, ada saatnya dimana kita harus merelakan, sesuatu yang kita anggap sangat berharga. Saat nulis ini, mungkin orang lain ngeliat gue dari luar biasa aja. Gue masih bisa senyum, komunikasi seperti biasa, seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi sebenarnya didalam, gue sedang hancur luluh, remuk redam. Alasannya cuma satu. Ya. hanya ada satu satu nya hal yang bisa membuat gue begini, yaitu gue memutuskan untuk give up dengan monbukagakusho.

Mungkin..
Mungkin ini adalah hal tergila, terbodohon, tertolol, teridiot,  paling tidak terpuji, dan yg jelas, terburuk yang pernah gue lakukan. Tapi kalau kalian tahu, gue itu orang nya gimana, maka harusnya kalian sudah paham, bahwa mungkin, impian gue ini sudah sangat mustahil lagi untuk diwujudkan. 

Dulu gue pernah bilang ke diri sendiri, mau sehancur apapun badan gue, seremuk apapun, seletih apapun, asalkan mimpi gue terwujud, gue akan melakukan apapun. Ibarat gue bakal mempertarukan semuanya, termasuk hidup gue itu sendiri, hanya demi mimpi 2 tahun lalu ini. Tapi sekarang yang gue dapat, bukanlah remuknya tubuh gue, atau rasa lelah yg luar biasa, tapi malah hati gue didalem yang remuk. Dan kita semua tahu, itu pasti lebih sakit. 

Gue masih inget, dua tahun lalu, saat gue belom tau apa-apa tentang hidup, gue cuma anak ingusan yang suka nongkrong di warnet, pulang magrib bahkan kadang sampe malem. Dua tahun lalu saat pertama gue dengan berani nya, dengan 'gak tahu dirinya' mulai menetapkan masa depan gue, mimpi gue, satu satunya tujuan hidup, bahwa gue akan pergi belajar ke Jepang, Kalo kalian nggak tahu betapa nakalnya gue saat itu, nilai kelas satu gue bahkan gak bisa ngelulusin gue buat masuk jurusan IPA, dan gue musuhan sama guru matematika nya. Inti nya, kalo di kelas kalian ada murid yg paling nakal, nah kira-kira kalian bisa mengira bagaimana gue nakal nya dulu jika di samakan dengan murid tersebut. Mungkin kalian yg sudah mengikuti post-post an gue yang sebelumnya akan berkata gini,"nih anak kenapa sih nyeritain masa lalu nya yg itu itu mulu?"
mungkin gue cuma bisa bilang, karena memang hal itu lah yg benar-benar dulu nya terjadi pada diri gue. Ya. Gue memang seburuk itu dan senakal itu.
Dan gue masih inget apa yang merubah semuanya. Secara simple, mungkin bisa dikatakan kalo gue berubah dari diri gue yang dulu itu cuman gara-gara baca satu artikel simple tentang motivasi belajar ke Jepang lewat beasiswa. Mungkin lewat tulisan itu Tuhan menitipkan ilhamnya untuk sampai kepada gue. Jika itu benar, maka Ia telah berhasil dengan sempurna :)

Gue masih inget saat 2 tahun lalu, semangat gue masih sangat menggebu-gebu, dipikiran gue cuma ada monbukagakusho. saat itu yang gue pengenin cuma belajar dan belajar lebih banyak lagi. Postingan2 yang ada di blog-blog senpai penerima beasiswa adalah makanan gue sehari-hari. Banyak banget nilai-nilai positif yang gue pelajari dari tulisan tulisan mereka. Nilai kejujuran, semangat juang, pantang menyerah, percaya diri, berani, dan lain-lain. Rasanya memang gak salah kalo mereka berhak dan pantas menerima beasiswa itu. Nilai-nilai ini lah yang benar-benar meresap dalam diri gue.membawa perubahan ke arah yang lebih baik. kurang lebih beberapa bulan, gue khatam baca seluruh postingan semua senpai di blog nya. Gue ngerasa saat itu, diri gue udah terlahir lagi yang baru, dengan semangat juang yang baru dan rasa haus akan pembelajaran. Dan dua tahun lalu itu, setiap hari rasanya sangat diberkati.

Singkatnya, gue jadi diri yang baru. Singkat nya lagi, setiap hari gue belajar mati-matian, dengan perasaan sangat bahagia dan diberkati tentunya. Dan alhamdulillah, tanpa sangat gue duga-duga, Pas semester satu, gue dengan mengejutkannya dan dengan ajaibnya langsung dapet ranking 2 di kelas. Dan pas naik kelas 3 semester dua nya, gue jadi Juara Umum IPS. Ya. secepat itu. Secepat dan sesimple itu perubahan gue. 

Tahu kah kalian pikiran gue saat berdiri di depan saat diumumin gue juara waktu itu gimana? Yang gue pikirkan waktu itu adalah "Jika saja ada mesin waktu dan gue berhasil kembali ke satu tahun yang lalu disaat dimana gue bertemu dengan diri gue yang kelam itu dan menceritakan semua nya kalo sekarang gue juara umum, mungkin dia (diri gue yg kelam itu) akan langsung nonjok muka gue sampe berdarah saking mustahil dan gak percaya nya."

Inti dari gue nyeritain ini semua adalah, bahwa Monbukagakusho, impian gue ini adalah udh ibarat teman hidup gue sendiri, dia lah yang membimbing gue dari nol, dari yang bukan apa-apa sama sekali, sampe jadi diri gue yang sekarang, yang menurut gue udah sempurna sekali.

Banyak dari kalian yang bilang "yaudah lah, mungkin ini bukan jalan lo. Tuhan udah nyiapin rencana lain buat lo. Lagian lo juga udah diterima di UI kan.  Mungkin lo bisa lewat UI ini, pergi ke Jepang."

Oke. Mungkin itu semua benar. Ya. Gue emang udah keterima di UI jurusan Sastra Jepang, dan mungkin juga gue bisa dapet beasiswa ke Jepang lewat UI ini. Tapi itu tuh nggak sesimple itu :') 
UI dan beasiswa2 lainnya dengan beasiswa ini adalah dua hal yang benar-benar berbeda.
Alasannya ya sama kayak yang diatas itu. Monbukagakusho ini ibarat teman hidup gue. Bagi gue monbu itu adalah kakak gue yang selalu ada buat motivasi gue, ibarat orang tua yang membimbing gue jadi pribadi yang selalu mencoba untuk jadi lebih hebat, guru gue yang udah ngajarin banyaaaaak banget pelajaran hidup. Gue benar benar menikmati proses nya. Kalo dia itu ada berwujud manusia, mungkin dia udh jadi soulmate sejati gue yang tak tergantikan.

Tapi apalah daya, Mungkin Tuhan berkehendak lain. Soulmate sejati gue itu, sekarang harus gue lepas, berpisah untuk selama-lamanya. Impian dua tahun lalu ini, harus gue buang jauh-jauh sekarang. Dia yang dulu cukup kuat untuk merubah diri gue yang kelam dan membuat gue merasa seperti terlahir kembali, tidak cukup kuat untuk membuat gue gak menyerah pada saat ini, dikalahkan oleh situasi. Dia seolah tidak berkutik dengan apa yang mereka bilang dengan 'keputusan Tuhan'.

Mungkin, saat ini adalah saat yang tepat buat gue pasrah ama semua nya. Rasanya, kehilangan mimpi itu ibarat kehilangan arah hidup. Gue jadi nggak tahu harus kemana. Gue seperti nggak punya semangat hidup. Saat tiba waktunya, waktu-waktu dari dua tahun lalu yang gue sangat nantikan itu datang, gue malah nyerah. 

Dua tahun yang lalu, gue masih inget gue pernah  nulis gini di Ms Word (dan file nya masih gue save sampe sekarang). Kira-kira bunyinya gini:
--------------------------------------------------------------

SELF MOTIVATING :

Mimpi lah setinggi tinggi nya, lalu berusahalah untuk mewujudkannya. Selagi dirimu bersama Allah, tidak ada yang tidak mungkin karena Ia Maha Kuasa. Terus lah berusaha dan berdoa. Jangan pernah berhenti berharap. Jangan pernah putus asa. Perjalanan mu masih panjang. Terus langkahkan kaki mu tak perduli seberapa panjang dan terjal jalanan itu. Tak mengapa berdarah tertusuk duri dan jatuh tersungkur. Darah akan mongering dan rasa sakit akan hilang. Just keep steady and be careful. Cause, once you arrive at the end of the road, you will be so grateful that you never give up and keep walking. Karena kita semua percaya bahwa akan ada Pelangi sesudah hujan. Nelson Mandela pernah berkata “Semua hal selalu tampak mustahil. Sampai hal tersebut berhasil dilakukan.”
Keep Believing! Don’t lose hope! Do not Give Up! God is always with you!
“impian ada ditengah peluh, bagai bunga yang mekar secara perlahan.”
“usaha keras itu tak akan menghianati” :’)


-MONBUKAGAKUSUHO 2016 GRANTEE-

Amiin :’)


----------------------------------------------------------

Duhh.. rasa nya gue jadi pengen nangis :"""

Bagaimana sekarang gue tidak berdaya, tidak ada kekuatan lagi untuk terus berjuang dan menggapai mimpi itu. Sejujurnya, gue benci diri gue yang sekarang. Gue benci diri gue yang sekarang sudah merasa puas dengan apa yang telah gue raih saat ini. Gue benci dengan diri gue yang gak berkutik, dikalahkan oleh keadaan dan situasi saat ini. Gue pengen diri gue dua tahun yang lalu itu kembali. Diri gue dengan motivasi tinggi dan semangat yang besar, jiwa percaya diri dan berani mati, siap tempur melawan apapun. Semua itu telah hilang.

Yang tersisa hanyalah sedikit asa dan semangat, untuk terus melanjutkan hidup dan tidak berhenti hanya sampai disini.

Pada akhirnya, gue harus meninggalkan mimpi besar dua tahun yang lalu ini, dan (mungkin) membangun mimpi-mimpi lain yang harusnya dan pastinya lebih hebat dan besar daripada mimpi sebelumnya.
Pesan gue, untuk kalian teman seperjuangan yang sekarang lagi mencoba buat dapetin beasiswa ini, dimanapun berada, teruslah berjuang! :) berusaha keras lah! Yakinlah, usaha kalian yang sampai titik darah penghabisan itu pasti akan membuahkan hasil. Doa ku menyertai kalian. 
Dan bagi yang pada akhirnya diterima menjadi grantee Beasiswa ini, pesannya, wakilkan aku untuk pergi ke Jepang, kota impian. Jaga diri baik-baik disana. Kalau ada waktu luang, sampai kan satu atau dua kata lewat video atau sekedar tulisan sederhana mengenai apa saja yang kau lihat dan alami selama berada disana. Mungkin sedikitnya dapat mengobati rasa sakit hati ini karena tidak bisa sampai ke sana :)

Dengan berakhirnya post ini, gue harus sudah bisa melupakan rasa sakit dan kehilangan itu, dan bersiap menjalani kehidupan yang ada di depan. Cerita cerita dan perjuangan baru serta tantangan-tantangan baru sudah menunggu untuk gue hadapi di kampus UI sebagai mahasiswa baru, tahun pertama. Gue gak boleh cengeng, apalagi nyerah seperti sekarang ini :') Karen tantangan dan rintangan ke depannya pasti akan lebih keras dan lebih berat. Semoga saja, gue bisa menjadi pribadi yang lebih semangat dan lebih penyabar dalam menghadapi situasi sesulit apapun.
.
.
.
.
.
Suatu hari nanti...
Suatu hari nanti pasti. Aku yakin, aku akan dapat minginjakkan kaki ini di Jepang. Mungkin bukan dengan jalan ini. Tapi dengan jalan lain yang lebih baik. Semangat!! :)

April 12, 2015

Renungan Malam

12:20 PM Posted by Bayu Aji Pamungkas , , , , , , No comments

Desiran angin terasa begitu menusuk
Dibawah langit gelap, sendirian ku rebahkan tubuhku
Memikirkan sesuatu yang samar-samar
masa depan

Akan seperti apakah masa depan ku nanti?
Akan kah ia berwarna mawar? 
Atau kah berwarna kelam?

Malam ini langit tak secerah biasanya
Bulan tidak berada ditempatnya
Bahkan hanya tiga buah bintang 
Yang menghiasi langit malam ini
Namun aku tetap bersyukur
Setidaknya langit malam ini juga tidak seburuk biasanya

Saat ini pukul satu lewat tiga puluh menit
Pertanda bahwa sudah sejam lebih pergantian hari terjadi
Mengapa aku terlalu berlebihan menghitung waktu?
Ah.. Mungkin itu karena
Hari ini adalah hari penting
Setidaknya, penting bagiku
Mungkin penting bagimu
Bahkan mungkin penting bagi sebagian besar orang

Dua belas tahun
Dua belas tahun aku menimba ilmu
Dua belas tahun aku belajar begitu banyak hal
Dua belas tahun juga aku mengenal berbagai macam orang
Dan hari ini
Adalah hari pembayaran
Apa yang telah aku pelajari
Selama dua belas tahun
Tahun-tahun yang terasa begitu cepat berlalu

Hari ini
Adalah hari yang menentukan
Jalan-jalan hidup setiap manusia
Yang tengah belajar disebuah tempat bernama "Sekolah Menengah Atas"
Hari awal yang ikut menentukan
Akan jadi apa kita dimasa depan

Bagiku, hari ini adalah hari spesial
Karena hari ini adalah penentuan mutlak
Jika ingin terus melanjutkan perjalanan
Meraih mimpiku

Hari yang telah aku tunggu-tunggu
Sejak pertamakali menetapkan jalan hidup
Saat itu aku masih bocah ingusan
Kelas 1 SMA
Tidak punya kekuatan apa-apa
Apalagi keahlian
Laki-laki yang lemah
Tidak punya semangat hidup
Dicaci maki
Direndahkan
Karena ketidakmampuannya
Hanya bisa mengepalkan tangan 
Sekeras-kerasnya
Sambil mengingatnya dalam dalam
"suatu  hari akan kubalas" Katanya
Satu satunya hal yang dimiliki
Hanyalah sesendok kecil kemampuan
Dan segunung keberanian dan tekad yang besar

Jika melihat diriku sekarang
Sangat mengagumkan
Bagaimana dengan hanya dua hal itu saja
Seseorang bisa jauh berubah 
"Dua tahun" Aku bergumam
Aku sebut ini apa ya?
Evolusi kah?
Atau Revolusi?
Entahlah.
Yang pasti, ada satu hal yang tidak berubah
Dan tidak akan pernah berubah
Dari dari diriku hingga saat ini
Yaitu, bahwa aku
Masih memiliki mimpi dan tekad yang sama

Ah.. Kini bulan menampakkan dirinya
Seolah tersenyum
Ia muncul di balik awan secara samar-samar
Cahaya nya terang menenangkan
Keberadaannya...
Memberikan warna tersendiri
Disetiap hati-hati manusia 
Yang saat ini menatapnya 
Dengan berbagai macam masalah dan perasaan

Saat ini dibagian dunia yang lain
Mungkin seorang perempuan tengah bahagia
Aroma mawar entah bagaimana terpancar
Dari sinar terangmu
Dan gadis itu terus tersenyum menatapmu
Dalam dekapan kekasihnya
Dibelahan dunia yang lain
Mungkin seorang anak sedang duduk menangis
Menatapmu terisak tak tertahan
Karena pertengkaraan antara kedua orangtuanya
Yang tak kunjung selesai
Dan mungin disaat yang sama
Dibagian dunia yang lain
Seorang pengemis tengah duduk di emperan tua
Dengan perut kosong dari tadi pagi
Menatapmu tersenyum penuh syukur
Karena masih bisa bertahan hidup sampai hari ini

Disini, aku juga menatapmu
Dengan pikiran yang penuh
Dengan berbagai macam hal
Dan bayang-bayang tentang masa depan
Yang tak akan ada habisnya

Saat ini
Dengan penuh kebimbangan dan kehampaan
Aku hanya ingin berdoa

Tuhan,
Telah kutetapkan keinginanku
Telah kumantapkan keyakinanku
Izinkan lah aku
Memiliki kekuatan dan kerendahan hati
Segenap kemampuan dan ketenangan jiwa
Permudah lah aku
Dalam mencapai impianku
Dan jadikan aku sebaik-baik manusia
Yang selalu rendah hati dalam bersikap
Namun selalu haus akan pembelajaran

Amin.





Palembang, 13 April  2015

Januari 03, 2015

Happy New Year!

1:24 PM Posted by Bayu Aji Pamungkas No comments
Gue (lagi-lagi) niggalin ini blog gitu aja. Entah kenapa napsu ngeblog gue udah jauh menurun dari pas tahun lalu. Sebenernya bukannya gak mau ngeblog (lagi), bahkan sebaliknya, dalem hati, gue greget udah pengen ngepost sesuatu. Tangan gue gatel sumpah demi allah. Ide udah ada. Laptop udah bener. Internet lancar. Bahkan akhir-akhir ini gue sering banget log-in akun blogger cuma buat ngecek-ngecek doang.

Mungkin. Saking banyak nya yang pengen diomongin, saking banyaknya yang pengen di tumpahin ke dalam blog ini, gue jadi bingung harus memulai darimana. Mungkin. Sudah terlalu banyak hal-hal mengejutkan yang terjadi pada diri gue beberapa tahun terakhir ini. Perubahan derastis gue, Jatuh bangunnya gue, dan sekarang gue punya hobi baru loh! yang bahkan ada hubungannya dngan jurusan yang bakal gue ambil pas tamat sekolah nanti. Trus gue rencananya mau ngereview beberapa film dan anime yang menurut gue bagus banget dan jelek banget! wakakakakaka. Trus trus, gue juga pengen berbagi pengalaman-pengalaman gue dan pelajaran-pelajaran penting (yang banyak banget) udah gue dapetin selama setahun ini. Pandangan gue tentang hidup sekarang udah hyaku pasento berubah dari gue beberapa tahun yang lalu. Entah kenapa Sebagai mantan blogger yang sangat produktif, (8 post dalam setahun. Produktif abis!) gue mau kembali rajin ngepost lagi. Tapi mungkin setelah gue selesai melaksanakan UN. 

Yap. Pas gue nulis ini, sekarang udah tanggal 4 Januari 2015! *ngelirik jam* err.. jam 2:31 pagi. Tahun baru udah lewat. Seru-seruan udah lewat. Seneng-senengan udah lewat. Males-malesan juga udah lewat. Besok udah mulai sekolah lagi. Yosh! Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Gue udah gak sabar pengen sekolah! Udah gak sabar belajar di dalem kelas lagi, gak sabar ketemu temen-temen yang sebentar lagi bakalan pisah setamat sekolah, gak sabar buat nunjukin ke guru-guru tentang perubahan gue, gimana diri gue yang  baru, dan yang paling penting, gak sabar buat bales dendem nilai gue yang kebanting pas semester kemaren!!! AAARRRGGGHHHHHHHHHH... Cuman ngomonginnya aja udah bikin gue on-fire sekali!

School... I'm hella-ready!!! :)

By the way, bercerita sedikit, tahun baru gue dihabiskan gak beda jauh sama tahun kemaren, berdiam dirumah tanpa berencana ngadain party dan semacamnya. Bedanya, tahun baru gue kali ini berasa absurd banget! Jadi, sekeluarga gue punya rencana masing-masing buat ngerayain tahun baru dengan teman-teman mereka. Bokap udah cabut dari jam 7 malem-an. Nyokap dijemput temennya, katanya mau ada acara reunian SMP  gitu. Trus kakak gw juga cabut bareng temennya. Tinggal lah gue sendirian dirumah. 

Terkesan menyedihkan memang, tapi sebenarnya nggak sengenes itu kok haha. Instead of ngenes, gue justru ngerasa seneng bisa sendirian pas tahun baru ini. Yah.. meskipun pas awal-awal gue ngerasa kesepian juga sih ._. #gubrakkk

Sekitar jam 8-an, gue keluar bentar ke minimart beli cemilan. Konbini de iro-iro  na mono o kaimashita! though at the end i regret for spending Rp 55.500 just for some snacks and candies or what okaasan always says as "junk food" xD
Sepulang dari konbini, sendirian, gue duduk dikamar, sambil nyalain tipi. Maen hape. Ganti channel tipi. Ngecek bbm. Ganti channel. Ngecek bbm lagi. Ganti channel lagi. Tiba-tiba hape bunyi ada notification masuk. gue bangkit dari tempat tidur, langsung kelabakan nyerobot hape. pas dicek ternyata SMS dari operator. asemmmm...
Gue lanjutin nonton lagi. Gak berapa lama, hape gue bunyi lagi. Gue sempet menaruh curiga, jangan-jangan ini sms dari operator usil lg yang suka ngejahilin jomblo yang gentayangan depan tipi pas malem tahun baru. Gue mencoba untuk gak suudzon, lalu meraih hape yg ada diatas meja. Setelah dicek, ternyata temen cewe pas SMP gue yang sekarang tinggal dibandung nge-bbm, nanyain gimana tahun baru gue. JLEB. gue jawab sejujurnya aja, dan ternyata si doi juga bernasib sama.
ngahahahahahahahahahahahahahahahahaha
Ternyata gue nggak sendirian.

Tapi bagian paling absurd dari malam tahun baruan gw tahun ini adalah, pas jam 12-an, pas orang-orang lagi sibuk-sibuknya ngupdate status "happy New Year" dan sebagainya, pas orang lagi heboh-hebohnya maenan percon, dar dor dar dor diluar rumah (udah kayak perang dunia ketiga aja tau nggak =="), gue malah sibuk perang opini, berdebat tentang "lo percaya manusia bisa liat hantu atau engga" sama Via, temen satu sekolah gue xD Oke ini konyol. That's my first time spending my New Year's Eve doing so weird stuff like that, even though i would say that it's kinda fun haha

Overall, it's not that bad y'know. At least not the worst.. I lately don't really care and have no intention to make any plan to celebrating the new year anyway..

Well.. i think that's it for now. Gue mau lanjutin upload lagu-lagu klasik ke akun SoundCloud gw dulu ngahahahahahaha 
Anyway, bagi yang suka lagu-lagu klasik atau tertarik buat dengerin, atau suka dengerin fingerstyle, bisa cek soundcloud gue disini (meskipun bukan gue yang maen gitar nya wkwk) : https://soundcloud.com/bayu-aji-43

Bye!^^
Until next time~